CHEF CULINARY "Atang Suwarya"
PROFESIONAL CULINARY "PENCIPTA BUMBU
SERIBU"
Menciptakan rasa dan aroma yang tak terlupakan...
CHEF CULINARY
Atang Suwarya
"PENCIPTA BUMBU SERIBU"
CHEF CULINARY
Atang Suwarya
profesinal culinary
"PENCIPTA BUMBU SERIBU"
untuk hampir semua masakan.
BAGI YANG INGIN BERBISNIS DIBIDANG MAKANAN DAN MASAKAN
Anda punya uang, tapi tidak punya keahlian memasak? Koki adalah aset Anda setelah uang. Jadi pastikan Anda memilih koki yang tepat, dan bisa menyajikan masakan dengan rasa yang diinginkan.
Hubungi profesinal culinary kita !!
Setiap satu resep ( semua masakan) Rp 1. 000.000,-Menerima panggilan keseluruh dunia…
Jika anda berminat mencoba bisnis dibidang kuliner,
silahkan hubungi ATANG SUWARYA
customer service Umar
0815 632 036 42
0821 151 160 83
email : umarabuyasmin@windowslive.com
"Dari sekian banyak usaha yang ada, ternyata banyak orang melirik bisnis kuliner. Kenapa ? Karena dilihat lebih mudah dijalankan, lebih menguntungkan dari pada bisnis yang lainnya.
ADA DI TOKO BAGUS.COM
CARA MEMULAI BISNIS
MAKANAN -
Kebutuhan manusia sangatlah beragam. Secara garis besar, sebenarnya dapat
dikelompokkan menjadi 3 saja, yaitu kebutuhan primer,sekunder,tersier. Untuk
urusan kebutuhan pokok atau primer, yaitu sandang,pangan dan papan. Ketiganya
merupakan unsur penopang utama dalam menjalani hidup ini. Ketika dilihat dari
mata bisnis,makanan merupakan sasaran empuk untuk
dijadikan lahan bisnis yang sangat mumpuni, karena anda pasti tahu
sendiri,ketika lapar orang pasti mencari makanan.
Berbicara mengenai CARA
MEMULAI BISNIS MAKANAN, mungkin jika anda masih
sangat awam dalam dunia persaingan bisnis ini, memang anda harus banyak belajar
dan mempersiapkan diri anda sebaik mungkin baik mental maupun materi anda
secara matang. Karena persaingan dalam dunia bisnis ini memang begitu ketat dan
terus berkembang. Nah, jika anda benar-benar berkeinginan kuat untuk mulai
menekuni lahan bisnis makanan ini, anda bisa menyimak tips-tips serta cara memulainya.
Selengkapnya silahkan anda simak dari SituSaja
Berikut ini adalah beberapa CARA
MEMULAI BISNIS MAKANAN
1. Persiapkan mental anda sebaik mungkin dan
mantapkan hati anda bahwa anda akan sukses di bidang bisnis makanan / kuliner
ini. Karena tanpa rasa percaya diri yang tinggi dan ketetapan mental, anda akan
mudah goyah dan tidak menutup kemungkinan anda bisa gagal total.
2. Anda harus menentukan target atau
sasaran yang akan anda serang. Maksudnya adalah anda harus benar-benar
memikirkan secara matang, kira-kira target pasar yang mana yang akan anda tuju.
Misalnya, mahasiswa,orang kantoran, anak sekolah, atau bahkan buruh. Ini
sangatlah penting, sekali lagi anda harus benar-benar jelas dalam urusan target
atau sasaran binis makanan anda ini.
3. Anda harus berusaha keras belajar dan
memahami tentang makanan, maksudnya anda harus meningkatkan keahlian anda dalam
memasak, karena semakin anda mengetahui dan ahli dalam bidang kuliner, maka
satu pintu telah terbuka lebar untuk kesuksesan anda. Perdalamlah keahlian anda
dalam urusan masak memasak, kalau perlu anda belajar kepada koki yang sudah
berpengalaman agar kualitas keahlian anda dalam urusan masakan benar-benar
dapat maksimal. Walaupun sebenarnya nanti anda mengandalkan koki yang anda gaji
ketika memproduksi makanan yang akan dijual, tetapi akan lebih baik lagi anda
juga ahli dalam memasak.
4. Setelah target pasar yang anda incar sudah
jelas, dan anda juga sudah mumpuni dalam urusan seluk beluk makanan, setelah
itu usahakanlah untuk memaksimalkan kualitas masakan / makanan yang akan anda
jual. Cita rasa harus mumpuni, proses uji coba mutlak diperlukan agar hasil
masakan / makanan yang anda ingin jadikan komoditi utama anda benar-benar
bercita rasa tinggi,enak dan lezat, maka konsumen pun akan merasa puas
jika makanan yang anda jual benar-benar enak.
5. Anda harus mengenali para pesaing anda. Ada
ungkapan, "tak kenal maka tak sayang", nah dalam dunia bisnis,
ungkapan itu bisa anda artikan sebagai jalan untuk memperkokoh posisi anda
dalam persaingan anda dalam bisnis makanan ini. Jadi, maksudnya adalah, semakin
anda tahu seluk beluk pesaing anda, maka anda akan semakin mudah pula
menaklukkan mereka.
6. Jika anda menemukan begitu banyak pesaing
bisnis makanan yang serupa dengan yang anda ingin tekuni, jangan minder,
lakukan hal-hal yang unik dan mempunyai ciri khas kuat sehingga makanan anda
tampak berbeda dari makanan pesaing anda,walaupun makanan yang dijual sama
persis,tetapi jika makanan anda mempunyai ciri khas, yakinlah konsumen akan meresponsnya
dengan positif dan konsumen pun akan dengan sendirinya melirik makanan yang
anda jual.
7. Perjelas lagi jenis makanan yang akan anda
jadikan sebagai produk utama anda dan sesuaikan dengan target pasar anda.
Misalnya, anda menargetkan kalangan mahasiswa, dan anda ingin menjual roti
bakar sebagai menu utama anda. Nah, pikirkanlah secara matang konsep roti bakar
anda dan kelayakan makanan anda di mata para mahasiswa.
8. Tentukan harga awal. Pelajari secara luas
dari para pesaing anda, harga makanan sejenis dari para pesaing anda sudah bisa
menjadi gambaran jelas bagi anda untuk menentukn harga. Sebaiknya, ketika baru
memulai bisnis / berjualan, anda buat harga istimewa ( agak miring )
dibandingkan dengan harga yang dipatok oleh para pesaing anda. Hal ini
dilakukan agar para konsumen incaran anda berbondong-bondong membeli makanan
yang anda jual. Setelah bisnis anda sudah mulai banyak peminat / pembeli,
menaikkan harga mungkin bukanlah hal yang sulit dilakukan, tetap ingat,
kenaikan harga harus anda imbangi kualitas makanan yang harus tetap
terjaga, agar konsumen anda tetap setia menjadi pelanggan anda.
9. Pilihlah tempat yang strategis. Hal ini
sangat penting dilakukan, karena apalah artinya jika makanan yang anda jual
merupakan makanan ter-enak di dunia sekalipun, jika tidak ada yang tahu dimana
tempat untuk membeli makanan yang anda jual. Jadi, sekali lagi sangat penting
untuk memperhatikan pemilihan tempat yang strategis agar orang akan dengan
mudah menemukan tempat usaha berjualan anda.
10. Promosi. Nah, ini juga merupakan salah satu
faktor penting dalam dunia usaha. Promosikan seluas-luasnya usaha anda kepada
orang banyak, agar orang menjadi tahu usaha anda. entah dengan cara penempelan
pamflet, atau dengan cara -cara lain yang intinya adalah mempromosikan usaha
anda.
11. Ketika tempat sudah fix, beres, lokasi juga
sudah strategis, maka anda harus menjaganya agar tetap bersih. Dengan kondisi
kebersihan yang terjaga, maka pembeli pun akan nyaman dan tidak menutup
kemungkinan akan terus menjadi pelanggan tetap anda.
12. Nama usaha anda. Perhatikan, setiap orang,
pasti mempunyai nama yang diberikan oleh orang tuanya masing-masing. Begitu
juga usaha anda, berilah nama / trade mark untuk usaha anda agar orang bisa
dengan mudah mengingat usaha anda. Misalnya usaha anda, anda berikan nama
" ROTI BAKAR MAKNYUSS". Nah, itulah yang akan ada di otak para
pembeli anda, oh ternyata roti bakar maknyuss memang enak ya, dan mereka pun
akan kembali lagi dan lagi untuk membeli makanan yang anda jual. Jadi, sekali lagi
penting sekali masalah nama usaha ini. sedikit tips, dalam memberi nama,
usahakanlah yang simple dan mudah di ingat agar orang mudah mengingat nama
usaha anda, tetapi juga jangan asal-asalan ketika memberikan nama pada usaha
anda. Pikirkanlah matang-matang.
13. Keramahan. Ternyata, orang akan lebih senang
jika pelayanan dilakukan dengan ramah tamah, sopan, dan tulus. jadi usahakanlah
ketika anda melayani para pembeli anda, berusahalah untuk ramah kepada mereka.
Hal kecil yang mungkin akan bisa mendatangkan keuntungan besar bagi usaha anda.
14. Pelayanan yang cepat. Bayangkanlah jika anda
sedang menunggu nasi yang belum matang ketika anda sedang lapar. Padahal
matangnya nasi masih lama, nah kira-kira apa yang akan anda rasakan? anda akan
merasa tidak nyaman bukan? nah, itulah cerminan yang ada di benak para
pengunjung anda jika proses pelayanan yang lama, mereka akan merasa tidak
nyaman juga dan tidak menutup kemungkinan mereka akan kapok membeli makanan
anda hanya gara-gara proses pelayanan yang lelet. Hindari pelayanan konsumen
yang lelet.
15. Menjalin kerjasama dengan pihak lain. Anda
bisa membuat strategi bisnis makanan dengan menitipkannya ke orang lain,
semisal kantin, atau dimana lah terserah anda. Semakin luas jaringan anda,
makin luas pula kemungkian kesuksesan anda.
16. Sabar,tawakkal,selalu berdoa kepada Allah
agar selalu diberi kelancaran dalam berbisnis makanan yang anda ingin tekuni.
Jangan mudah menyerah ketika gagal, dan Mintalah selalu bantuan dari Allah agar usaha anda meraih kesuksesan.
Kuliner masih menjadi
pilihan bisnis menggiurkan.
- Bisnis kuliner
terbukti masih merajai pasar
Jika Anda berminat mencoba bisnis di bidang kuliner, sebaiknya pahami lebih
dahulu lima faktor yang menentukan keberhasilan usaha makanan.
1.
Kualitas makanan
Hal ini berkaitan dengan rasa dan bahan baku makanan. Selain enak, makanan yang
ingin Anda sajikan juga harus aman dikonsumsi bagi kesehatan.
2.
Tempat
Selain strategis, Anda perlu mempertimbangkan target konsumen yang dituju.
3.
Persepsi
Hal ini berkaitan dengan simbol atau ciri yang digunakan dalam eksterior dan
interior, kemasan makanan, dan pelayanan terhadap konsumen. Cara ini akan
memudahkan orang mengingat dan datang kembali.
4. Promosi
Selain lewat internet, brosur, papan iklan, ada cara promosi lain yang lebih
jitu. Promosi dari mulut ke mulut lebih jitu menarik pasar. Karenanya, pebisnis
kuliner perlu menjaga kualitas makanan dan pelayanan. Masyarakat cenderung
lebih memercayai kualitas yang diakui oleh pelanggannya.
5. Standar
Operational Procedure (SOP)
Aset terpenting dalam
bisnis restoran adalah cheff yang tahu selera pasar.
KOMPAS.com - Untuk berbisnis di
dunia kuliner Anda memang harus jeli dalam memilih jenis dan rasa makanan,
harga, hingga lokasinya. Tanpa memperhatikan faktor-faktor ini, rumah makan
Anda pasti akan ditinggalkan oleh pelanggan.
Sebagai pembaca acara Wisata
Kuliner, Bondan Winarno tentu
sering diundang oleh banyak pengusaha kuliner. Ia pun telah banyak mengamati
apa yang dapat dilakukan oleh pemilik bisnis kuliner agar tetap bisa bertahan.
Berikut trik mempertahankan bisnis kuliner dari pemilik kedai kopi Kopitiam Oey
di jalan Sabang ini:
1. Tidak berdasarkan asumsi. Ada banyak makanan yang muncul karena tren, seperti burger
yang fullmayones, pisang kipas, atau donat dengan
segala modifikasinya. Namun selera orang bisa berubah, dan di samping itu tren
juga bisa berlalu. Apa yang disukai orang saat ini belum tentu akan disukai
orang lima tahun lagi. Jadi, lakukan inovasi baru dengan menciptakan menu-menu
baru untuk pelanggan.
2. Kualitas makanan. Anda pernah kan, memesan menu andalan di restoran langganan
Anda, namun mendapati rasa makanannya tak seenak biasanya? Saat koki memasak
untuk 10 porsi, rasanya akan berbeda dengan ketika ia harus memasak untuk 100
porsi. Buat standarisasi untuk setiap makanan agar kualitas rasanya tidak
berubah.
3. Cari hal yang tidak biasa. ''Anda harus bisa mendeteksi apa yang disukai oleh masyarakat.
Tes itu ada di tangan pelanggan. Kalau mereka tidak suka akan mereka tinggal,''
Dulu pisang pontia
menjadi hal fenomenal karena merupakan terobosan baru menyajikan pisang. Namun
saat ini, pisang goreng itu merupakan hal yang biasa.
4. Dampak psikologis. Mengapa beberapa cabang rumah makan ayam bakar Wong Solo
tutup? Karena ada semacam stigma yang akhirnya masuk ke alam psikologis.
''Ibu-ibu mungkin antipati dan tidak ingin mereka atau keluarganya makan di
rumah makan yang diasosiasikan dengan poligami, atau stigma masyarakat yang
tidak respek dengan cara pengembangan bisnis kuliner seperti itu,'' paparnya.
5. Menguasai ilmu life cycle. Ide kreatif saja tidak cukup. Harus ada hal-hal yang membuat
pelanggan terus bertahan. Misalnya dengan merombak tatanan interior (dengan
meminta survei dari pelanggan tentang kenyamanan tempat makan, RED), atau
mencari lokasi yang memang punya pangsa pasar.
Lokasi akan amat
menentukan. Misalnya dekat dengan kampus atau rumah sakit, atau gedung
perkantoran. Namun jangan pernah mengubah tatanan restoran hanya untuk menambah
pemasukan. ''Saya tidak pernah membuat kedai kopi saya lebih besar. Pengunjung
senang berlama-lama di tempat itu karena kecil dan nyaman. Kalau terlalu banyak
orang (diperbesar, RED) akan sumpek,'' tutur Bondan, yang mengaku jarang
menyambangi restoran ataupun kedai kopi miliknya.
6. Selalu memantau selera pelanggan. Lihat apakah mereka memesan menu yang sama.
Menu apa yang paling banyak dipesan, atau paling sedikit dipesan. ''Sesekali
buat kuesioner mini, tanya menu apa yang perlu ditambah, menu apa yang favorit,
atau yang paling jarang dipesan. Ini bagus untuk masukan,'' imbuhnya.
7. Price point. Harga dan lokasi memang sering dikaitkan. Namun jangan
berani-berani memasang harga tinggi, kalau Anda belum memiliki ciri khas dalam
makanan. Terlalu mahal dan rasa masakan biasa-biasa saja? Pelanggan akan pergi.
8. Aset. Anda punya uang, tapi
tidak punya keahlian memasak? Koki adalah aset Anda setelah uang. Jadi pastikan
Anda memilih koki yang tepat, dan bisa menyajikan masakan dengan rasa yang
diinginkan.
5 Kunci Membangun Bisnis Kuliner
Penulis : C. Andhika Setyanti | Senin, 9 Juli 2012 |
16:20 WIB
perhatikan beberapa
tips ini agar sukses menjalankan bisnis kuliner
- Menjadi seorang
wirausahawan tidaklah mudah. Selain passion, Anda juga butuh ketekunan dan keuletan untuk
sukses. "Dari sekian banyak usaha yang ada, ternyata banyak orang melirik
bisnis kuliner karena dianggap lebih mudah dijalankan daripada bisnis
lain," tukas Ali Bagus Antra, pemilik usaha Bebek Garang dalam acara talkshow mengenai kiat mengatasi persaingan bisnis di
Jakarta, beberapa waktu lalu.
Salah besar jika Anda
menganggap bisnis kuliner lebih mudah daripada bisnis lainnya, karena bisnis
kuliner justru membutuhkan kreativitas, penanganan, dan risiko yang lebih
besar. Namun, Ali Bagus memiliki beberapa tips teknis yang digunakannya untuk
mulai menjalankan bisnis kuliner.
1. Pemilihan lokasi
Ketika memilih lokasi usaha, pilih tempat yang sesuai dengan target atau pangsa
pasar Anda, dan strategis. "Usahakan pilih lokasi yang mendekati pangsa
pasar Anda. Karena hal ini akan menentukan berapa banyak produk yang
terjual," jelasnya. Pemilihan tempat yang strategis jika tak diikuti
dengan kesesuaian pangsa pasar yang dituju akan membuat produk Anda kurang
diminati.
2. Pemasaran
Pemasaran produk memegang peran penting dalam kesuksesan bisnis. Tentukan cara
promosi dan pemasaran yang efektif agar tidak menghabiskan terlalu banyak
biaya. Ali menyarankan untuk memerhatikan target pasar sebelum berpromosi,
karena beda target market-nya maka metode promosi yang dijalankan juga akan
berbeda.
"Misalnya,
penyebaran pamflet atau flyer tidak akan efektif ketika sasaran bisnis Anda adalah kalangan
menengah ke atas, karena pamflet hanya akan dianggap seperti sampah kertas lainnya,"
sarannya.
Ketika menyasar pasar high-class, maka spanduk merupakan cara yang paling
efektif. Sedangkan untuk menyasar kalangan menengah ke bawah, flyer atau pamflet akan lebih baik.
3. Produksi
Ketika menjalankan bisnis kuliner, kualitas makanan harus menjadi prioritas.
Kualitas makanan akan menentukan apakah pelanggan akan kembali menikmati
makanan di tempat Anda atau tidak. Sisi lain dari produk, dari bahan baku,
penyajian, layanan, hingga supplier, juga harus direncanakan dengan matang.
"Sudah seharusnya
jika kualitas makanan harus selalu dijaga secara konsisten, dan sama enaknya
dari hari ke hari," tambah Ali. Selain itu, jika sudah memiliki cabang
usaha, kualitas dan rasa makanan yang ada di setiap cabang juga harus selalu
dijaga.
Di samping itu, cost control juga harus dijaga. Ali menyarankan untuk
menghindari pemasangan harga jual yang fluktuatif dari hari ke hari.
"Harga yang tidak konsisten atau berbeda di setiap cabang akan membuat
pelanggan enggan untuk makan lagi," katanya.
4. SDM
Sekalipun Anda pemilik usaha, hindari sikap bossy atau bertindak seenaknya. Karyawan merupakan
aset penting yang dimiliki sebuah perusahaan, karena itu tak ada salahnya untuk
memberi perhatian lebih kepada mereka. "Berikanpayroll yang layak bagi mereka, selain itu juga
kenyamanan dan jenjang karier yang jelas bagi mereka," saran Ali. Peluang
semacam ini akan membantu memompa semangat mereka untuk selalu giat bekerja dan
mendatangkan keuntungan bagi usaha Anda.
Namun, sebagai bos
Anda juga wajib menerapkan berbagai peraturan perusahaan, dan membangun
kedisiplinan lingkungan kerja agar karyawan juga tidak bertindak seenaknya.
5. Keuangan
Jangan sepelekan masalah keuangan dalam bisnis. Buat perencanaan yang tepat
dalam laporan keuangan dan neraca bisnis sampai sedetail-detailnya, agar tidak
ada uang yang "hilang" sekecil apapun. Catat setiap pemasukan dan
pengeluaran yang dilakukan dengan teliti, karena catatan keuangan ini akan
membantu Anda untuk mengontrol dan menghitung setiap detail bisnis. "Ini
juga bisa membantu menganalisis berapa besar keuntungan usaha dan kecepatan
balik modal," tukasnya.
Selain itu, sekalipun
sudah menangguk untung besar dari bisnis jangan terburu-buru untuk menikmati
hasilnya dengan cara yang konsumtif. Ali menyarankan untuk selalu berpikir
tentang re-investasi bisnis, misalnya dengan memperluas usaha atau membuka
cabang baru.
Jika Anda berminat mencoba bisnis di bidang kuliner, sebaiknya pahami lebih dahulu lima faktor yang menentukan keberhasilan usaha makanan.
1. Kualitas makanan
Hal ini berkaitan dengan rasa dan bahan baku makanan. Selain enak, makanan yang ingin Anda sajikan juga harus aman dikonsumsi bagi kesehatan.
2. Tempat
Selain strategis, Anda perlu mempertimbangkan target konsumen yang dituju.
3. Persepsi
Hal ini berkaitan dengan simbol atau ciri yang digunakan dalam eksterior dan interior, kemasan makanan, dan pelayanan terhadap konsumen. Cara ini akan memudahkan orang mengingat dan datang kembali.
4. Promosi
Selain lewat internet, brosur, papan iklan, ada cara promosi lain yang lebih jitu. Promosi dari mulut ke mulut lebih jitu menarik pasar. Karenanya, pebisnis kuliner perlu menjaga kualitas makanan dan pelayanan. Masyarakat cenderung lebih memercayai kualitas yang diakui oleh pelanggannya.
5. Standar Operational Procedure (SOP)
5 Kunci Membangun Bisnis Kuliner
Penulis : C. Andhika Setyanti | Senin, 9 Juli 2012 |
16:20 WIB
perhatikan beberapa
tips ini agar sukses menjalankan bisnis kuliner
- Menjadi seorang
wirausahawan tidaklah mudah. Selain passion, Anda juga butuh ketekunan dan keuletan untuk
sukses. "Dari sekian banyak usaha yang ada, ternyata banyak orang melirik
bisnis kuliner karena dianggap lebih mudah dijalankan daripada bisnis
lain," tukas Ali Bagus Antra, pemilik usaha Bebek Garang dalam acara talkshow mengenai kiat mengatasi persaingan bisnis di
Jakarta, beberapa waktu lalu.
Salah besar jika Anda
menganggap bisnis kuliner lebih mudah daripada bisnis lainnya, karena bisnis
kuliner justru membutuhkan kreativitas, penanganan, dan risiko yang lebih
besar. Namun, Ali Bagus memiliki beberapa tips teknis yang digunakannya untuk
mulai menjalankan bisnis kuliner.
1. Pemilihan lokasi
Ketika memilih lokasi usaha, pilih tempat yang sesuai dengan target atau pangsa pasar Anda, dan strategis. "Usahakan pilih lokasi yang mendekati pangsa pasar Anda. Karena hal ini akan menentukan berapa banyak produk yang terjual," jelasnya. Pemilihan tempat yang strategis jika tak diikuti dengan kesesuaian pangsa pasar yang dituju akan membuat produk Anda kurang diminati.
Ketika memilih lokasi usaha, pilih tempat yang sesuai dengan target atau pangsa pasar Anda, dan strategis. "Usahakan pilih lokasi yang mendekati pangsa pasar Anda. Karena hal ini akan menentukan berapa banyak produk yang terjual," jelasnya. Pemilihan tempat yang strategis jika tak diikuti dengan kesesuaian pangsa pasar yang dituju akan membuat produk Anda kurang diminati.
2. Pemasaran
Pemasaran produk memegang peran penting dalam kesuksesan bisnis. Tentukan cara promosi dan pemasaran yang efektif agar tidak menghabiskan terlalu banyak biaya. Ali menyarankan untuk memerhatikan target pasar sebelum berpromosi, karena beda target market-nya maka metode promosi yang dijalankan juga akan berbeda.
Pemasaran produk memegang peran penting dalam kesuksesan bisnis. Tentukan cara promosi dan pemasaran yang efektif agar tidak menghabiskan terlalu banyak biaya. Ali menyarankan untuk memerhatikan target pasar sebelum berpromosi, karena beda target market-nya maka metode promosi yang dijalankan juga akan berbeda.
"Misalnya,
penyebaran pamflet atau flyer tidak akan efektif ketika sasaran bisnis Anda adalah kalangan
menengah ke atas, karena pamflet hanya akan dianggap seperti sampah kertas lainnya,"
sarannya.
Ketika menyasar pasar high-class, maka spanduk merupakan cara yang paling
efektif. Sedangkan untuk menyasar kalangan menengah ke bawah, flyer atau pamflet akan lebih baik.
3. Produksi
Ketika menjalankan bisnis kuliner, kualitas makanan harus menjadi prioritas. Kualitas makanan akan menentukan apakah pelanggan akan kembali menikmati makanan di tempat Anda atau tidak. Sisi lain dari produk, dari bahan baku, penyajian, layanan, hingga supplier, juga harus direncanakan dengan matang.
Ketika menjalankan bisnis kuliner, kualitas makanan harus menjadi prioritas. Kualitas makanan akan menentukan apakah pelanggan akan kembali menikmati makanan di tempat Anda atau tidak. Sisi lain dari produk, dari bahan baku, penyajian, layanan, hingga supplier, juga harus direncanakan dengan matang.
"Sudah seharusnya
jika kualitas makanan harus selalu dijaga secara konsisten, dan sama enaknya
dari hari ke hari," tambah Ali. Selain itu, jika sudah memiliki cabang
usaha, kualitas dan rasa makanan yang ada di setiap cabang juga harus selalu
dijaga.
Di samping itu, cost control juga harus dijaga. Ali menyarankan untuk
menghindari pemasangan harga jual yang fluktuatif dari hari ke hari.
"Harga yang tidak konsisten atau berbeda di setiap cabang akan membuat
pelanggan enggan untuk makan lagi," katanya.
4. SDM
Sekalipun Anda pemilik usaha, hindari sikap bossy atau bertindak seenaknya. Karyawan merupakan aset penting yang dimiliki sebuah perusahaan, karena itu tak ada salahnya untuk memberi perhatian lebih kepada mereka. "Berikanpayroll yang layak bagi mereka, selain itu juga kenyamanan dan jenjang karier yang jelas bagi mereka," saran Ali. Peluang semacam ini akan membantu memompa semangat mereka untuk selalu giat bekerja dan mendatangkan keuntungan bagi usaha Anda.
Sekalipun Anda pemilik usaha, hindari sikap bossy atau bertindak seenaknya. Karyawan merupakan aset penting yang dimiliki sebuah perusahaan, karena itu tak ada salahnya untuk memberi perhatian lebih kepada mereka. "Berikanpayroll yang layak bagi mereka, selain itu juga kenyamanan dan jenjang karier yang jelas bagi mereka," saran Ali. Peluang semacam ini akan membantu memompa semangat mereka untuk selalu giat bekerja dan mendatangkan keuntungan bagi usaha Anda.
Namun, sebagai bos
Anda juga wajib menerapkan berbagai peraturan perusahaan, dan membangun
kedisiplinan lingkungan kerja agar karyawan juga tidak bertindak seenaknya.
5. Keuangan
Jangan sepelekan masalah keuangan dalam bisnis. Buat perencanaan yang tepat dalam laporan keuangan dan neraca bisnis sampai sedetail-detailnya, agar tidak ada uang yang "hilang" sekecil apapun. Catat setiap pemasukan dan pengeluaran yang dilakukan dengan teliti, karena catatan keuangan ini akan membantu Anda untuk mengontrol dan menghitung setiap detail bisnis. "Ini juga bisa membantu menganalisis berapa besar keuntungan usaha dan kecepatan balik modal," tukasnya.
Jangan sepelekan masalah keuangan dalam bisnis. Buat perencanaan yang tepat dalam laporan keuangan dan neraca bisnis sampai sedetail-detailnya, agar tidak ada uang yang "hilang" sekecil apapun. Catat setiap pemasukan dan pengeluaran yang dilakukan dengan teliti, karena catatan keuangan ini akan membantu Anda untuk mengontrol dan menghitung setiap detail bisnis. "Ini juga bisa membantu menganalisis berapa besar keuntungan usaha dan kecepatan balik modal," tukasnya.
Selain itu, sekalipun
sudah menangguk untung besar dari bisnis jangan terburu-buru untuk menikmati
hasilnya dengan cara yang konsumtif. Ali menyarankan untuk selalu berpikir
tentang re-investasi bisnis, misalnya dengan memperluas usaha atau membuka
cabang baru.



.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

0 komentar :
Posting Komentar